FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATU ANAM TAHUN 2018

Silalahi, Betty (2018) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATU ANAM TAHUN 2018. Undergraduate thesis, Institut Kesehatan Helvetia.

[thumbnail of SKRIPSI BETTY SILALAHI 1602031009.pdf] Text
SKRIPSI BETTY SILALAHI 1602031009.pdf

Download (3MB)

Abstract

Latar Belakang: WHO menetapkan batas toleransi stunting (bertubuh pendek) maksimal 20 persen atau seperlima dari jumlah keseluruhan balita. Pemerintah bersama masyarakat melakukan berbagai upaya sesuai dengan Perpres No. 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi. Prevalensi nasional Gizi Buruk pada Balita adalah 5,4%, dan Gizi Kurang pada Balita adalah 13,0%. Keduanya menunjukkan bahwa baik target Rencana Pembangunan Jangka Menengah untuk pencapaian program perbaikan gizi (20%), maupun target Millenium Development Goals pada 2015 (18,5%) telah tercapai pada 2007. Gambaran keadaan gizi balita diawali dengan cukup banyaknya bayi dengan berat lahir rendah. Setiap tahun, diperkirakan ada 350.000 bayi dengan berat badan lahir rendah dibawah 2500 gram.
Tujaun Penelitian: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita di Wilaya kerja Puskesmas Batu Anam Tahun 2018.
Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah Observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, pendapatan kepala keluarga, dan frekuensi makan dengan status gizi anak balita yang diamati pada periode waktu yang sama.tekhnik pengambilan sample adalah accidental sampling sehingga didapat jumlah sampel sebanyak 48 orang balita.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 pengasuh yang memiliki pengetahuan gizi cukup sebanyak 37 orang (77%), yang memiliki pendapatan Kepala Keluarga cukup sebanyak 22 orang (45,8%), Balita yang memiliki frekuensi makan cukup sebanyak 33 balita (68,7%), yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi sebanyak 39 orang (81,3%). Berdasarkan uji statistic, ada hubungan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi Balita dengan nilai p(0,010).
Kesimpulan: tidak ada hubungan pengetahuan gizi pengasuh, pendapatan Kepala Keluarga, frekuensi makan dengan status gizi Balita serta ada hubungan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita.
Kata Kunci: Pengetahuan, pendapatan , frekuensi makan, Riwayat penyakit, Balita, status gizi

Item Type: Doktoral (Undergraduate)
Subjects: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kepuasan Pasien
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > S1 Gizi
Depositing User: Betty Silalahi
Date Deposited: 07 Mar 2020 03:05
Last Modified: 13 Mar 2020 08:12
URI: http://repository.helvetia.ac.id/id/eprint/524

Actions (login required)

View Item View Item